Saat ini, kita sedang hidup
diabad 20. Banyak ilmuwan menyebut era sekarang ini sebagai era modern dan ada
juga yang menyebut sebagai era post modern. Apapun namanya, yang pasti saat ini
kita sedang hidup di era kemajuan technology tertinggi sepanjang sejarah
manusia. Hegel berkata bahwa dunia akan selalu berdialektika untuk menemukan
sintesanya, yang berarti dunia yang ada sekarang adalah konstruksi dari
kehidupan masa lalu yang dibangun oleh manusia. Plato dalam bukunya Laws menganalisa tentang pertumbuhan organisasi
yang berasal dari bibit dan berkembang menjadi organisasi yang menuju
kesempurnaan. Aristoteles dalam dalam karyanya politics merunut kehidupan politis masyarakat Yunani yang
digambarkan sebagai sebuah perjalanan menuju masyarakat ideal. Protagoras
menggambarkan kultur dari peradaban barbar menuju ke peradaban maju.
Ketiga
ilmuwan itu mengesankan bahwa dunia dalam berbagai aspek kehidupannya (organisasi,
politik dan kultur) sedang menuju ke kesempurnaan. Perjalanan pemikiran
masyarakat dunia yang dimulai sejak Thales sekitar 2600 tahun yang lalu sebagai
pemikir pertama Yunani, Sidharta Gautama sejak 3000 tahun yang lalu sebagai
manusia bijak pertama atau Nabi Adam yang diklaim oleh agama samawi sebagai
manusia pertama sedang berusaha merekonstruksi bentuk kehidupan yang sempurna.
Ilmuwan barat sering menyebut kehidupan yang sempurna sebagai kehidupan
demokrasi di era yang serba modern ini. Dunia niscaya sedang menuju ke era
modern tetapi dengan kecepatan yang berbeda. Eropa dan USA adalah Negara yang
bergerak dengan kecepatan penuh sehingga lebih duluan dan lebih maju
mempraktekkan kehidupan yang modern, sedangkan Asia dan Afrika adalah
Negara-negara yang kecepatannya relatif lambat. Antoni Giddens mengklaim bahwa
kita tidak sedang hidup pada era postmodernisme tetapi pada era modernisasi
yang sangat radikal. Pertanyaan yang kemudian muncul adalah, jika memang
modernisasi adalah keniscayaan, bagaimana efek modernisasi tersebut terhadap
kehidupan manusia?
Berikut adalah hasil analisa
mengenai efek modernisasi terhadap kehidupan manusia.
Fenomena
|
Yang harus disiapkan
|
Modernisasi meniscayakan spesifikasi pekerjaan.
Dahulu segala jenis persoalan kesehatan diselesaikan oleh dokter. Seiring
perkembangan zaman, mulailah muncul berbagai profesi kesehetan seperti
perawat, apoteker, tenaga kesehehatan masyarakat dll. Kemudian karena
perkembangan ilmu pengetahuan yang amat pesat, muncul lagi spesifikasi dalam
ilmu kedokteran seperti spesialis mata, THT, interna dsb nya. Kemudian muncul
lagi sub spesialis (konsultan) seperti konsultan retina, konsultan
endocrinology dsb nya.
|
Perkembangan ilmu pengetahuan yang amat cepat
menharuskan tenaga kesehatan dimasa yang akan datang memilki kecerdasan
akademik yang baik sehingga mempunyai spesifikasi keahlian agar memiliki daya
saing.
|
Modernisasi meniscayakan globalisasi dan
globalisasi meniscayakan penghapusan batas-batas wilayah. Yasraf amir piliang
menyebutnya sebagai dunia yang dilipat. Jarak samudra yang memisahkan
Indonesia dan Amerika tidak menghalangi untuk melakukan komunikasi. Dunia
yang terlipat ini mengakibatkan infiltrasi kultur yang berujung pada
homogenisasi kultur diseluruh dunia. Kultur barat menjadi sangat dominan
diseluruh dunia sehingga melunturkan moralitas (kebiasaan) di setiap wilayah.
Selain itu, modernisasi dengan kapitalisme sebagai motornya menyebabkan
logika ekonomi menguasai rasa kemanusiaan.
|
-
Perlu membangkitkan rasa nasioanalisme.
Caranya adalah pemahaman akan realitas kesehatan, kebangsaan dan social
kebudayaan masyarakat Indonesia. Pemahaman akan buruknya realitas tersebut
akan menimbulkan keprihatinan sehingga mendorong rasa kepedulian untuk
memperbaiki kondisi bangsa sehingga berujung pada meningkatnya rasa
nasionalisme.
-
Pemahaman akan makna nilai kemanusiaan/hakekat
kemanusiaan (tujuan hidup)
-
Pemahaman akan sumpah hipocrates, deklarasi
hasanuddin dan kode etik kedokteran
-
Etika dan moral harus menjadi salah satu aspek
dalam penilaian kelulusan pengkaderan
|
Modernisasi dengan motornya kapitalisme menuntut
profesionalitas manusia. Manusia yang tidak mampu berkompetisi akan
terpinggirkan.
|
-
Seorang dokter harus memahami manusia secara
paripurna (biologis, sociology dan psikology). untuk aspek biologis akan
dipelajari dibangku kuliah. Jadi harus ada pengetahuan akan aspek sosilogis
dan psikologis manusia
-
Kompetitifnya kehidupan di masa mendatang
menuntut kita tidak hanya harus mengetahui bidang keilmuan kita, tetapi kita
harus memiliki kemampuan leadership dan manajerial (manajemen waktu dan
organisasi).
|
Banyak ilmuwan menyebut era sekarang ini sebagai
era postmodernisme. Era postmodernisme ditandai dengan pergeseran kajian
filsafat mengarah kepada kajian pada bahasa.
|
-
Pemahaman akan sejarah perkembangan filsafat.
-
Pengetahuan akan mazhab berpikir.
-
Pengetahuan akan analisa wacana dan media.
-
Pengetahuan akan hermeutika dan semiotika.
|
Di era modern ini juga mengharuskan kita memiliki
kecerdasan dalam membangun jejaring dan mengakomodasi kepentingan.
|
-
Pemahaman tentang Negosiasi
-
Pemahaman tentang komunikasi efektif
-
Pemahaman tentang komunikasi massa
-
Pemahaman tentang psikologi komunikasi
|
Tulisan ini dibuat dalam rangka
membuat pola pengkaderan untuk mahasiswa kedokteran. Tulisan ini hanyalah salah satu perspektif dari beberapa
analisa yang dibuat dalam rangka memperkaya pola pengkaderan tersebut.
Perspektif dalam tulisan ini adalah bekal yang harus disiapkan mahasiswa
kedokteran untuk menjawab tantangan di masa yang akan datang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar